ANGGOTA KOMISI IX DPR RI (NIHAYATUL WAFIROH) MELAKUKAN SOSIALISASI PENUNDAAN USIA PERNIKAHAN (PUP) DI BANYUWANGI

Tingginya angka pernikahan usia dini terutama di Kabupaten Banyuwangi yang pada tahun 2014 lalu mencapai 1.289 atau (17,48%) dari total pernikahan pertama kali di Banyuwangi (12.076) mengusik hati dan pikiran anggota DPR RI komisi IX  Hj. Nihayatul Wafiroh, karena itu pada hari Sabtu, 24 Oktober 2015 bertempat di hotel Baru Indah, Jajag, Kecamatan Gambiran, Kabupaten Banyuwangi, beliau bersama Kepala Badan BPPKB Banyuwangi Drs. H. Muhamad Pua Jiwa, M.Si. menyengaja melakukan sosialisasi perlunya penundaan usia pernikahan (PUP) bagi pemuda dan pemudi Banyuwangi. Pada kegiatan sosialisasi tersebut diperkirakan dihadiri oleh 200 pemuda dari lintas perguruan tinggi wilayah selatan.

Upaya melakukan sosislisasi PUP ini menurut Ibu Nihayatul Wafiroh dimaksudkan untuk mempersiapkan generasi muda Indonesia yang tangguh guna menghadapi tantangan kehidupan yang akhir-akhir ini semakin sulit dan kompleks, khususnya bagi para remaja Banyuwangi menjelang masuk gerbang pernikahan. Harapan beliau kalaupun para muda-mudi ini harus memasuki gerbang pernikahan, mereka harus sudah dalam posisi yang sudah matang. Matang secara fisik, Psikologis maupun matang secara ekonomi, dengan demikian mereka dapat dengan mudah menghadapinya bila ada prahara rumah tangga yang sering dihadapi pasangan muda.

Sementara itu Kepala BPPKB Banyuwangi Bapak Drs. H. Muhamad Pua Jiwa, M.Si menginformasikan bahwa ada beberapa strategi yang dapat dilakukan secara alamiah. Strategi tersebut antara lain adalah dengan meneruskan pendidikan sampai ke jenjang pendidikan tinggi, kalau ada hambatan dalam mengikuti pendidikan sampai ke jenjang pendidikan tinggi, maka dapat mengikuti kegiatan-kegiatan prestisius (berprestasi di bidangnya seperti, olah raga atau di bidang seni) namun jika hal tersebut tidak/ belum juga bisa dilakukan maka mereka dapat memilih untuk bekerja sehingga seorang pemuda/pemudi tanpa terasa memasuki masa usia nikah yang matang, strategi inilah yang dimaksud Bapak Pua Jiwa sebagai strategi alamiah.

Dalam sosialisasi PUP yang dilakukan pada hari Sabtu tanggal 24 September itu Ibu Nihayatul menggandeng pelawak kondang di Bumi Blambangan Penyet dan Kentus, dalam lawakan yang penuh canda yang diiringi gelak tawa para hadirin itu mereka mengajak pasangan muda untuk berhati-hati dalam mempersiapkan diri mengarungi kehidupan berumah tangga, mereka mengajak untuk benar-benar merencanakan kehidupan berumah tangga, saatnya yang muda berencana katanya, lebih lanjut mereka meneriakkan 2 anak cukup, tunda nikah diusia muda, bila belum siap menjadi orang tua para muda-mudi dapat memilih alat kontrasepsi modern, IUD, Kondom, Pil, atau Suntik.

Dalam kegaiatan sosialisasi penundaan usia pernikahan kali ini dihadiri juga oleh perwakilan BKKBN Propinsi Jawa Timur dalam hal ini diwakili oleh Kepala Diklat BKKBN Jember  Edi Aries nanto, SH., M.Hum. dan Kepala Subbid Advokasi dan KIE Perwakilan BKKBN Jatim, Sukamto, SE,. M.Si. Hadir pula dalam kesempatan ini  jajaran stuktural BPPKB Kabupaten Banyuwangi diantaranya adalah Kepala bidang KB-KS, Kepala Bidang   Data Informasi, dan Institusi Masyarakat dan Kepala Subbid KS,  Koordinator PLKB dan PLKB se Kecamatan Genteng, Gambiran, dan Tegalsari.